Rabu, 06 Januari 2016

SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Komunikasi interpersonal 
adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Dalam komunikasi interpersonal, setiap partisipan menggunakan semua elemen dari proses komunikasi. Misalnya, masing-masing pihak akan membicarakan latar belakang dan pengalaman masing-masing dalam percakapan tersebut. 

Komunikasi sangat penting bagi semua aspek kehidupan manusia. Dengan komunikasi manusia dapat mengekspresikan gagasan, perasaan, harapan dan kesan kepada sesama serta memahami gagasan, perasaan dan kesan orang lain. Komunikasi tidak hanya mendorong perkembangan kemanusiaan yang utuh, namun juga menciptakan hubungan sosial yang sangat diperlukan dalam kelompok sosial apapun. Komunikasi memungkinkan terjadinya kerja sama sosial, membuat kesepakatan-kesepakatan penting dan lain-lain. Individu yang terlibat dalam komunikasi memiliki latar belakang sosial, budaya dan pengalaman psikologis yang berbeda-beda. Perbedaan ini dapat mempengaruhi efektifitas sebuah komunikasi. Sangat penting bagi setiap individu untuk memahami simbol-simbol yang digunakan dalam komunikasi, baik simbol verbal maupun nonverbal. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih. Setiap pihak dapat menjadi pemberi dan pengirim pesan sekaligus pada waktu yang bersamaan. 


Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
  • Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  • Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
  • Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
  • Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya. 

Tujuan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :

1. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita. 

2. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari
atau didalami melalui interaksi interpersonal.

3. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti
Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.

4. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak
menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal.
5. Untuk Bermain Dan Kesenangan
Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.

6. Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.
 


Efektivitas Komunikasi Interpersonal
Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu
:

1. Keterbukaan (Openness)
Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.
Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.
Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain.
Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).

2. Empati (empathy)
Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.
Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang.
Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan 
(1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; 
(2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.

3. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap 
(1) deskriptif, bukan evaluatif,
(2) spontan, bukan strategic, dan
(3) provisional, bukan sangat yakin.

4. Sikap positif (positiveness)
Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan sedikitnya dua cara: 
(1) menyatakan sikap positif dan 
(2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.
Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

5. Kesetaraan (Equality)
Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan,
ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain, atau menurut istilah Carl rogers, kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interpersonal
http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2010/01/komunikasi-interpersonal-definisi.html 

Senin, 04 Januari 2016

STRATEGI UNTUK BANTU HENTIKAN KEBIASAAN MEROKOK


Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 1

Di zaman sekarang ini, tidak sedikit orang yang merokok. Dimulai dari kalangan remaja, orang tua, bahkan anak-anak sekalipun. Masalah ini terjadi karena mereka sulit untuk berhenti merokok atau malas mencari informasi bagaimana caranya untuk berhenti merokok. Nah saya akan berbagi tips "Strategi untuk bantu hentikan kebiasaan merokok".

 http://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/556253550423bd3b088b4567.gif?t=o&v=760
Pertama, Niat 

Yang harus dilakukan adalah dengan niat terlebih dahulu. Niat untuk benar-benar berhenti merokok agar tidak akan tergoda lagi.
"Niat 100% serta tekad yang kuat serta mental sekuat baja untuk teguh berhenti merokok adalah kunci sukses berhenti merokok" Apakah anda memilikinya? Mana yang anda pilih, menjadi pejuang atau pecundang? Jawabannya anda sendiri yang menentukan.


Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 2

Kedua, seperti dikutip dari Men's Health berikut ini:
Perbanyak Olahraga

Menurut laporan dari jurnal Addiction, orang yang keinginannya untuk merokok timbul lagi cenderung lebih bisa mengatasi keinginannya untuk merokok ketika mereka berolahraga. Menurut para peneliti, olahraga bisa mengalihkan perhatian dari pikiran untuk coba-coba lagi merokok.

Selain itu, olahraga juga ampuh memperbaiki suasana hati sehingga seseorang bisa mengontrol dirinya lebih baik lagi.



Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 3


Posting di media sosial 

Penelitian di University of Georgia menemukan bahwa perokok yang membagikan perjuangan mereka berhenti merokok di media sosial lebih berhasil setop merokok dan bertahan untuk tidak merokok lagi. Selain itu, mereka juga dilaporkan lebih banyak mendapat dukungan secara offline.

Ketika membagikan suatu hal di media sosial, Anda bisa lebih terhubung dengan dunia luar dan orang lain bisa lebih memperhatikan atau mengingatkan Anda untuk tidak merokok.


Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 4


Makan buah dan sayur lebih banyak

Studi tahun 2012 dari Universuty at Buffalo mengungkapkan makan lebih banyak buah dan sayur bisa membantu seseorang berhenti merokok dan bertahan tanpa tembakau lebih lama. Peneliti mengatakan keinginan untuk merokok lagi atau hanya mengasup makanan tertentu kerap membingungkan.

Untuk itu, mereka menyarankan untuk memperbanyak makan sayur dan buah yang notabene mengandung serat tinggi sehingga bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama.


Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 5


Tambahkan susu dalam diet Anda

Peneliti dari Duke University mengungkapkan jika perokok cenderung tidak terlalu ingin merokok usai mereka mengonsumsi susu. Maka dari itu, amat disarankan untuk menambahkan susu dalam menu harian Anda. Apalagi, seperti diketahui susu merupakan sumber protein yang potensial.



Patut Dicoba, 5 Strategi untuk Bantu Hentikan Kebiasaan Merokok 6

Manfaatkan aplikasi

Quitpal, sebuah aplikasi dari National Cancer Institute misalnya, bisa dimanfaatkan untuk membantu program berhenti merokok. Dalam aplikasi tersebut, terdapat fitur yang bisa membantu Anda melacak uang yang digunakan untuk merokok atau sebaliknya, uang yang bisa ditabung saat Anda tidak membeli rokok. Selain itu, aplikasi ini bisa menghubungkan Anda dengan media sosial sehingga teman-teman juga bisa turut 'mengawasi' Anda.

Bahkan, beberapa pesan motivasi bisa didapat untuk menambah semangat dalam menjalani program berhenti merokok, demikian dikatakan sebuah studi dalam The Lancet.

Nah berikut beberapa strategi yang dapat saya informasikan, Semoga bermanfaat. Karena dengan berhenti merokok anda tidak hanya menyelamatkan diri anda sendiri namun juga orang sekitar anda :) jika anda masih peduli dengan diri anda sendiri dan orang-orang sekitar, berhentilah merokok. 

sumber: http://health.detik.com/read/2016/01/04/180012/3110446/763/6/patut-dicoba-5-strategi-untuk-bantu-hentikan-kebiasaan-merokok